Wednesday, 13 Nov 2019

Biografi Chief Scout Of The Word

Biografi Chief Scout Of The Word (Bapak Pandu sedunia) Berbicara tentang Gerakan Pramuka, maka kita harus mengenal pendiri gerakan kepanduan, yaitu Lord Baden-Powel Of Gilwell. Sir Robert Baden-Powell telah membuat suatu loncatan dalam sejarah (“Leap of History”) yang mengejutkan dunia.

Afbeeldingsresultaat voor baden powell png

 

Biografi Baden-Powell

Baden-Powell dilahirkan di kota London, Inggris, tanggal 22 Februari 1857. Nama lengkapnya adalah “Robert Stephenson Smyth Baden-Powell”. Tetapi para pandu (pramuka) biasa memanggil beliau dengan sebutan Baden-Powell atau BP (bee-pee/bipi). Nama kecil Baden-Powell adalah Ste, Stephe atau dipanggil dengan nama Steevie. Dan baru dipanggil dengan nama Robert atau Sir Robert, setelah diberi gelar kesatria dari Raja Inggris (Raja George V).

Ayah dari Baden-Powell adalah Prof. Domine Baden-Powel. Ia adalah seorang guru besar Geometri di Universitas Oxford, Inggris. Beliau menikah dengan Miss Henrietta Grace Smyth, seorang puteri dari Admiral Kerajaan Inggris yang terkenal yaitu William T. Smyth.

Baden-Powell mempunyai sembilan saudara, yaitu : Warrington, George, Agustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie, dan Baden Fletcher.

Ayah Baden-Powell ,meninggal pada tanggal 11 Juni 1860. Pada usia 3 tahun Baden-Powel telah menjadi seorang anak yatim. Maka dari itu Baden-Powell dituntut untuk dapat hidup mandiri pada usia yang masih sanggat muda.

Ny. Henrietts Grace memasukan Baden-Powell ke Charterhouse School di tahun 1870. Di Charterhouse School, Baden-Powell pandai dalam belajar sehingga ia meraih beasiswa. Baden-Powel juga menggikuti banyak kegiatan ekstra seperti :

  1. Marching Band,
  2. Klub, menembak (Rifle Corps),
  3. Teater,
  4. Melukis dan menggambar,
  5. Kiper kesebelasan Charterhouse School.

Di usia 19 tahun, Baden-Powel lulus dari Charterhouse School. Kemudian Baden-Powell memutuskan untuk bergabung dengan dinas kemiliteran, atas bantuan pamannya Kolonel Henry Smyth. Kemudian setelah ia lulus dari akademi kemilitiran tersebut Baden-Powell ditempatkan di India, dengan pangkat pembantu letnan.

Setelah  berpindah-pindah tugas, Baden-Powell akhirnya bertugas di Mafeking, disebuah kota pedalaman Afrika Selatan. Kota inilah yang membuat BP menjadi terkenal dan menjadi pahlawan bangsanya, karena  jasa-jasanya dalam memimpin pertahanan kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer. Karena jasa-jasanya, pangkat Baden-Powell dinaikan menjadi Mayor Jendral.

Selama bertugas di Afrika, Baden-Powell banyak melakukan petualangan sehinga pengalaman-pengalamannya makin bertambah. Akhirnya  Baden-Powel mendapatkan julukan IMPEESA dari suku Metabele. Impeesa mempunyai arti “Srigala yang tidak pernah tidur”.

Pada tahun 1901, Baden-Powell kembali ke Inggris dengan sambutan yang besar sebagai salah satu pahlawan bangsanya. Pada tahn 1907 Baden-Powell mendapat undanngan dari perkumpulan Boys Brigade untuk mengisahkan pengalamannya selama di Afrika (dalam sebuah perkemahan). Dalam acara tersebut diikuti 20 orang kaum pemuda, dan disenggarakan di Pulau Brownsea (Brownsea Island).

Baden-Powell pada tahun 1908 menulis buku Scoting For Boys. Buku inilah yang melibatkan perkembangan kepanduan semakin besar. Pada tahun 1910, Baden-Powell pensiun dari dinas ketentaraannya dengan pangkat terakhirnya adalah Letnan Jendral. Mulailah Baden-Powel berkonsentrasi mengembangkan kepanduan keseluruh dunia.

Pada tahun 1912, Baden-Powell menikah dengan Olave St. Clair Soames (Lady Baden-Powell), dan kemudian dikaruniaitiga orang naak yaitu peter, Heater, dan Betty.

Pada tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia yang pertama. Pada hari terakhir Jambore (6 Agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief Scout Of The Word atau Bapak Pandu Sedunia. Baden-Powell juga dianugrahi gelar Lorad Baden-Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raja George V.

Setelah mengelilingi dunia, termasuk Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1924, sepulangnya dari meninjau Jambore di Australia, BP beserta Lady Baden-Powell menghabiskan masa-masa akhirnya untuk tinggal di Inggris (sekitar tahun 1935-1938). Kemudian Baden-Powell kembali ke Afrika.

Baden-Powel menghabiskan masa tuanya di Nyeri, Kenya. Beliau akhirnya, wafat pada tanggal 8 Januari 1941 dan dengan diantar di atas kereta yang ditarik oleh pandu yang sangat mencintainya ke tempat peristirahatan yang terakhir.

Dari kisah hidup Baden-Powell , kita dapat menggambil banyak pelajaran berharga. Tidak salah jika Baden-Powell dianggap sebagai tokoh universal atau milik semua bangsa. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan mengenai Biografi Chief Scout Of The Word.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *