Sunday, 18 Aug 2019

Kode Kehormatan Pramuka Siaga, Dwi Satya Dwi Darma

Kode Kehormatan Pramuka Siaga, Dwi Satya Dwi Darma . Dwisatya dan Dwidarma ialah inti dari Kode Kehormatan Pramuka Siaga. Keduanya menjadi pedoman untuk setiap Pramuka Siaga untuk dipakai dalam kehidupan keseharian baik di keluarga, di perindukan maupun dalam pergaulan di masyarakat. Dwisatya dan Dwidarma Seperti sudah diketahui, kode kehormatan untuk pramuka siaga mencangkup Dwisatya (janji dan komitmen diri) dan Dwidarma (ketentuan moral). Dwisatya merupakan janji yang harus diucapkan oleh calon Siaga pada saat yang bersangkutan dilantik menjadi Pramuka. Sehingga setelah menyampaikan Dwisatya ia menjadi seorang Pramuka, menjadi saudara seluruh Pramuka di tanah air dan bahkan menjadi saudara Pramuka semua dunia.

Adapun isi dan bunyi Dwisatya ialah sebagai berikut:

Dwisatya adapun isi dan bunyi Dwisatya adalah sebagai berikut:

Dwisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh- sungguh,
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.

  • Setiap hari berbuat kebaikan.

Sedangkan Dwidarma adalah ketentuan moral yang menjadi pedoman hidup bagi Siaga. Dwidarma diucapkan pada saat upacara pembukaan latihan di perindukan dengan harapan menjadi pengingat bagi setiap siaga agar senantiasa berperilaku sesuai dengan darma tersebut.

Adapun isi dan bunyi Dwidarma adalah sebagai berikut:
Dwidarma:
  1. Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya.

  2. Siaga itu berani dan tidak putus asa.

Pengamalan Dwisatya dan Dwidarma (Kode Kehormatan Siaga)

Siaga yang sudah menyampaikan Dwisatya, harus mematuhi dan melaksanakannya. sebagai pelaksanaan satya kesatu dalam Dwisatya, seorang Pramuka siaga itu harus:

1. Patuh menjalankan keharusan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, cocok dengan agama yang dipeluknya,Saling menghargai rekan yang menjalankan ibadah
2. Tidak memilih teman sebab perbedaan agama, suku yang dimiliki.  Siaga pun berkewajiban terhadap tanah air
3. Menuruti aturan keluarga serta aturan ayah dan bunda di lokasi tempat tinggal dan di perindukannya.
Sedangkan untuk pelaksanaan satya yang kedua, masing-masing hari seorang siaga harus berusaha untuk melakukan kebaikan, seperti:
1. Membantu kegiatan ibu dan ayah di lokasi tempat tinggalnya dengan ikhlas seperti mebersihkan kamar tidurnya, menyapu, dan membasuh piring.
2. Memberikan kesempatan pertama kepada orang tua untuk duduk di kursi bus jika keadaan bus sedang penuh.
3. Memberikan pertolongan kepada teman yang membutuhkan pertolongan
Selain melaksanakan satyanya, siaga juga harus berfikir, berucap, dan bertindak sesuai dengan darmanya. Pengamalan terhadap Dwidarma semisal adalah :
1. Membiasakan diri untuk patuh kepada ayah dan bundanya baik di rumah maupun di perindukan.
2. Selalu berani karena benar serta tidak boleh takut menyampaikan pendapat untuk kebenaran.
3. Tidak boleh putus asa, selalu berusaha dengan sungguh disertai dengan doa dan niat baik agar usahanya dapat berhasil.

Itulah materi mengenai kode kehormatan Pramuka Siaga dan pengamalan Dwi Satya dan Dwi Darma. Kode Kehormatan (Dwisatya dan Dwidarma) itu harus dihafal oleh Siaga dan diterangkan oleh Pembina Siaga guna hayati dan dilaksanakan oleh Siaga sebagai pedoman hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *