Sunday, 18 Aug 2019

Materi Pramuka Organisasi Gugus Depan

Gugusdepan disingkat Gudep adalah kesatuan organik di di dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah  bagian Gerakan Pramuka. Anggota putera dan puteri dikumpulkan di di dalam Gudep yang terpisah, dan merupakan Gudep yang berdiri sendiri. Gudep membawa satuan-satuan berdasarkan  usia yakni Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Rancana Pandega.Gudep merupakan ujung tombak Gerakan Pramuka, tempat diselenggarakannya proses pendidikan agar peserta didik jadi warga Negara yang berkualitas, berkepribadian, berkepemimpinan, berdisiplin di di dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku, sehat dan kuat psychological, ethical, dan fisiknya, berjiwa patriot yang dijiwai nilai-nilai kejuangan bangsa, berkemampuan untuk bekerja dengan impuls kebersamaan, kepedulian, bertanggungjawab, berfikir kreatif, inovatif, sanggup dipercaya, berani dan sanggup menghadapi tugas-tugas, dan membawa komitmen (komitmen).

Gugusdepan Lengkap terdiri atas:
a. Satu Perindukan Pramuka Siaga, berusia 7 – 10 tahun
b. Satu Pasukan Pramuka Penggalang, berusia 11 – 15 tahun
c. Satu Ambalan Pramuka Penegak, berusia 16 – 20 tahun
d. Satu Racana Pramuka Pandega, berusia 21 – 25 tahun

Gugusdepan Luar Biasa.
Gugusdepan Luar Biasa ialah Gugusdepan yang anggotanya terdiri atas anak anak penyandang cacat jasmani maupun mental, terdiri berasal dari penyandang :
a. Tuna Netra (golongan A)
b. Tuna Rungu Wicara (golongan B)
c. Tuna Grahita (golongan C)
d. Tuna Daksa (golongan D)
e. Tuna Laras (golongan E)

Pimpinan Gugusdepan dan Pembina Satuan
a. Gugusdepan (Gudep)
1) Gudep dikelola secara kolektif oleh para Pembina gudep yang dipimpin Ketua gudep.
2) Ketua gudep dipilih oleh musyawarah gudep untuk satu kali jaman jabatan. Masa bakti Ketua Gudep maksimal dua periode secara berturut-turut.
3) Ketua Gudep mengkoordinasikan Pembina Satuan Pramuka di Gudepnya.
4) Ketua Gudep bisa merangkap sebagai Pembina Satuan
5) Ketua Gudep ex-officio anggota Mabigus.

b. Tugas tanggung jawab Pembina Gudep
1) Memimpin gudepnya sepanjang jaman bakti Gudep (3 tahun)
2) Melaksanakan ketentuan Kwarcab dan Kwarran
3) Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka
4) Membina dan mengembangkan organisasi, perlengkapan dan keuangan Gudep
5) Menyelenggarakan Pendidikan Pendidikan Kepramukaan di dalam Gudepnya.
6) Memimpin pembina satuan, dan bekerjasama bersama majelis pembimbing Gudep dan Orang tua peserta didik.
7) Mengadakan kerja sama bersama tokoh – tokoh masyarakat.
8) Menyampaikan laporan tahunan kepada Korsa dan Kwarran bersama tembusan ke kwarcab.
9) Menyampaikan pertanggungjawaban Gudep kepada Musyawarah Gudep.
10) Dalam jalankan tugasnya Pembina gudep bertanggungjawab kepada musyawarah Gudep (MUGUS).

c. Tugas Pembina Satuan
1) Membina para Pramuka dalam satuannya.
2) Membantu Pembina Gudep dalam rangka kerja sama dan pertalian timbal balik pada Gerakan Pramuka bersama Orang tua pramuka.
3) Memberi laporan kepada Pembina Gudep mengenai pertumbuhan satuannya.
4) Berusaha meningkatkan kapabilitas dan keterampilan dan juga ilmu yang diperlukan untuk jalankan tugasnya.
5) Bertanggungjawab kepada Pembina Gudep.

Musyawarah Gugusdepan (MUGUS)
Di dalam tiap tiap Gudep, kekuasaan tertinggi terdapat pada Musyawarah Gudep (MUGUS). Pembina Gudep menyelenggarakan MUGUS sekali dalam 3 th. dan menjabat sebagai pemimpin Mugus. Peserta Mugus terdiri berasal dari pada Pembina Pramuka, para Pembantu Pembina, perwakilan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Acara pokok Mugus adalah :
1) pertanggungjawaban pembina Gudep sepanjang jaman baktinya terhitung pertanggungjawaban keuangan.
2) rencana kerja Gudep untuk jaman bakti berikutnya.
3) pemilikan pembina Gudep baru.
4)Pertanggungjawaban keuangan Gudep sepanjang jaman baktinya yang dibikin oleh Pembina Gudep bersama dukungan seorang pakar administrasi keuangan, dan sebelum diajukan ke Mugus diteliti dan disyahkan oleh suatu panitia verifikasi yang dibentuk oleh Mugus yang lalu.

Dewan Kehormatan Gudep
Dewan Kehormatan dibentuk untuk Menilai sikap dan tingkah laku anggota Gerakan Pramuka di tingkat gudep, yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka. Menilai sikap, perilaku, dan jasa seseorang untuk meraih tanda penghargaan.
Dewan Kehormatan Gudep terdiri atas :
1) Mabigus
2) Pembina Gudep
3) Para Pembina Satuan
4) Dewan Ambalan/Racana

Administrasi Gudep

a. Buku -buku Administrasi
1) Buku Induk
2) Buku Keuangan
3) Buku Acara Kegiatan
4) Buku Inventaris
5) Buku Agenda dan Ekspedisi
6) Buku Harian
7) Buku/Kartu Data Pribadi
8) Buku Risalah Rapat

Ketentuan tiap Satuan di dalam Gudep.

Satuan Perindukan Pramuka Siaga

1) Peserta didik.
a. Perindukan Siaga idealnya terdiri atas antara 18-24 Pramuka Siaga yang dibagi menjadi 3-4 kelompok kecil disebut Barung. Jumlah anggota Barung yang paling baik terdiri atas 6 Pramuka Siaga.
b. Pembentukan barung dilaksanakan oleh para Pramuka Siaga bersama dengan pemberian Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Siaga.
c. Setiap Barung gunakan nama warna yang dipilih sendiri, seperti: Barung Merah, Barung Biru, Barung Kuning, Barung Hijau, dan lainnya.
d. Barung tidak gunakan bendera barung

2) Pembina
a) Perindukan Siaga dibina oleh Pembina Siaga dan dibantu oleh Pembantu Pembina Siaga.
b) Perindukan Siaga putera bisa dibina oleh Pembina dan Pembantu Pembina putera maupun puteri sedangkan Perindukan Siaga puteri hanya bisa dibina oleh Pembina dan Pembantu Pembina puteri.

3) Pembinaan Kepemimpinan
a) Barung secara bergilir dipimpin oleh Pemimpin dan Wakil Pemimpin Barung yang dipilih oleh dan dari para anggota barung. Setiap aktivitas barung, didampingi oleh Pembina dan Pembantu Pembina Siaga.
b) Para pemimpin barung menentukan salah satu pemimpin barung untuk jalankan tugas di tingkat perindukan, disebut Pemimpin Barung Utama, dipanggil Sulung. Pemimpin Barung Utama senantiasa memimpin barungnya.
c) Untuk melatih kepimpinan para Pramuka Siaga, dibentuk Dewan Perindukan Siaga, disingkat Dewan Siaga yang beranggotakan semua anggota Perindukan. Ketua Dewan Siaga adalah Pemimpin Barung Utama. Dewan Siaga mengadakan pertemuan tiga bulan sekali atau sesuai keperluan aktivitas. Acara pertemuan Dewan Siaga adalah mengkaji hal-hal tertentu layaknya menentukan aktivitas yang diusulkan Pembina, mengurus dan sesuaikan kegiatan-kegiatan Perindukan Siaga, serta menjalankan putusan- putusan yang diambil alih oleh Dewan Siaga terhitung pemberian penghargaan.

Satuan Pasukan Pramuka Penggalang

1) Peserta didik
a) Pasukan Penggalang idealnya terdiri atas 24-32 Pramuka Penggalang yang dibagi menjadi 3-4 kelompok yang disebut Regu. Jumlah anggota regu yang paling baik adalah 6-8 Pramuka Penggalang.
b) Pembentukan regu dilaksanakan oleh para Pramuka Penggalang sendiri. Bila diperlukan bisa dibantu oleh para Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Penggalang.
c) Setiap regu gunakan nama yang dipilih sendiri oleh anggotanya. Regu putera gunakan nama hewan/binatang, sedangkan regu puteri gunakan nama bunga atau tumbuh-tumbuhan. Nama berikut merupakan identitas regu dan mengandung kiasan dasar yang bisa memberikan motivasi kehidupan regu.
d) Setiap regu mempunyai bendera regu yang bergambar sesuai bersama dengan nama regu yang menjadi identitas regu.

2) Pembina
a) Pasukan dibina oleh Pembina Penggalang dibantu Pembantu Pembina.
b) Pasukan Penggalang Putera dibina oleh Pembina dan Pembantu Pembina Putera, sedangkan Pasukan Penggalang Puteri dibina oleh Pembina dan Pembantu Pembina Puteri.

3) Pembinaan Kepemimpinan
a) Regu dipimpin secara bergantian oleh seorang Pemimpin Regu dan Wakil Pemimpin Regu yang dipilih oleh berasal dari para bagian regu didalam musyawarah Dewan Regu.
b) Para Pemimpin Regu pilih salah satu pemimpin regu untuk laksanakan tugas di tingkat pasukan yang disebut Pemimpin Regu Utama dipanggil Pratama.
c) Untuk melatih kepemimpinan para Pramuka Penggalang, dibentuk Dewan Pasukan Penggalang disingkat Dewan Penggalang, yang terdiri atas Pemimpin Regu Utama, para Pemimpin Regu, Wakil Pemimpin Regu, Pembina Penggalang dan para Pembantu Pembina. Ketua Dewan Penggalang adalah Pratama, namun jabatan Penulis dan Bendahara Dewan Penggalang dipegang secara begilir oleh para bagian Dewan Penggalang.
Kegiatan Dewan Penggalang sebagai berikut
• Dewan Penggalang mengadakan rapat sebulan sekali.
• Dewan Penggalang bertugas mengurus dan mengatur kesibukan Pasukan Penggalang, mengevaluasi program kegiatan, merekrut bagian regu baru, menyelenggarakan pemilihan Pemimpin dan Wakil pemimpin regu, mempersiapkan materi yang akan dibahas didalam Dewan Majelis Penggalang.
Dalam rapat Dewan Penggalang, Pembina dan Pembantu Pembina melakukan tindakan sebagai .penasehat pengarah, pembimbing, serta mempunyai hak mengambil alih ketentuan terakhir, didalam hal-hal yang dinilai membahayakan peserta didik.
d) Untuk melatih kepemimpinan dan rasa tanggung jawab Pramuka Penggalang, dibentuk Dewan Kehormatan Pasukan Penggalang yang terdiri atas Pemimpin Regu Utama, para Pemimpin Regu, Pembina dan Para Pembantu Pembina. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Penggalang adalah Pembina Penggalang dan Pembantunya, namun Sekretaris Dewan Kehormatan adalah salah seorang Pemimpin Regu.
Dewan Kehormatan Penggalang bersidang didalam perihal berlangsung peristiwa yang menyangkut tugas Dewan Kehormatan Penggalang. Hasil Putusan Sidang dilaporkan kepada Pembina Gugusdepan. Dewan Kehormatan Penggalang berkewajiban untuk pilih :
• Pelantikan, pemberian TKK, sinyal penghargaan dan seterusnya kepada Pramuka Penggalang yang berjasa atau berprestasi.
• Pelantikan Pemimpin dan Wakil Pemimpin Regu serta Pratama.
• Tindakan terhadap pelanggaraan Kode Kehormatan
• Rehabilitasi bagian Pasukan Penggalang.
Anggota yang dianggap melanggar sebelum akan diambil tindakan diberi kesempatan untuk membela diri didalam Rapat Dewan Kehormatan.
e) Untuk mendidik kehidupan demokrasi dan mewujudkan hak seluruh bagian Pasukan Penggalang, dibentuk Majelis Penggalang yang anggotanya terdiri atas seluruh bagian pasukan. Keikutsertaan mereka sebagai individu, bukan atas nama regu. Ketua Majelis Penggalang adalah Pramuka Penggalang yang dipilih segera oleh seluruh anggota, dipandu Pratama di awal pertemuan. Setelah Ketua Majelis terpilih, Ketua Majelis pilih Sekretarisnya. Majelis Penggalang mengadakan pertemuan sedikitnya 6 bulan sekali atau tiap-tiap kali diperlukan, bersama tugas:
• Menyusun aturan-aturan yang mengikat bagi
seluruh anggota
• Menetapkan sasaran tahunan untuk diajukan kepada Pembina Pasukan dan diteruskan kepada Pembina Gudep yang setelah itu dinyatakan didalam rencana gudep
• Membahas dan mengimbuhkan persetujuan kesibukan bersama kalender kesibukan yang diajukan Dewan Penggalang
Pembina dan Pembantu Pembina mempunyai hak bicara tetapi tidak mempunyai hak suara.

Satuan Ambalan Penegak

1) Peserta Didik
a) Ambalan Penegak idealnya terdiri atas 12-32 Pramuka Penegak yang dibagi menjadi 3-4 group yang disebut Sangga. Jumlah bagian Sangga yang paling baik adalah 4-8 Pramuka Penegak.
b) Pembentukan sangga dilaksanakan oleh Pramuka Penegak sendiri.
c) Nama sangga dipilih diantara nama-nama Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas dan Pelaksana cocok aspirasi. Nama selanjutnya merupakan identitas Sangga dan memiliki kandungan kiasan dasar yang sanggup mengimbuhkan motivasi kehidupan Sangga.
d) Untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas, Ambalan Penegak sanggup membentuk Sangga Kerja yang anggotanya terdiri berasal dari bagian sangga yang sudah ada. Sangga kerja berbentuk waktu cocok bersama tugas yang perlu dikerjakan

2) Pembina Ambalan Penegak
a) Ambalan Penegak dibina oleh seorang Pembina Penegak dibantu oleh Pembantu Pembina Penegak.
b) Satuan Puteri dibina oleh Pembina Puteri dan satuan putera dibina oleh Pembina Putera.
c) Pembina Ambalan wajib:
(1) Mempersiapkan dan memberi kesempatan Penegak untuk membantu Pembina di Satuan Siaga dan Penggalang;
(2) Menyerahkan penyelenggaraan suatu kesibukan secara tut wuri handayani tanpa membebaskan pengawasan yang sewajarnya;
(3) Menganjurkan Penegak menjadi bagian salah satu Satuan Karya cocok minatnya, atau Sangga Kerja tanpa membebaskan diri berasal dari satuannya;
(4) Mengusahakan kesibukan bakti masyarakat;
(5) Mendorong dan membimbing supaya Penegak mengupayakan menambah diri
(6) Mengikutsertakan Penegak didalam Dewan Satuan di Gudep dan Dewan Kerja di tingkat Kwartirnya.

3) Pembinaan Kepemimpinan
a) Sangga dipimpin secara bergantian oleh seorang Pemimpin Sangga yang dipilih oleh dan berasal dari para bagian Sangga. Diantara Pemimpin Sangga dipilih salah seorang untuk laksanakan tugas di tingkat Ambalan yang disebut Pradana.

b) Untuk mengembangkan kepemimpinan di Ambalan dibentuk Dewan Ambalan Penegak disingkat Dewan Penegak, bersama susunan sebagai selanjutnya :
– Seorang Ketua yang disebut Pradana
– Seorang Pemangku Adat
– Seorang Kerani
– Seorang Bendahara
– Beberapa orang Anggota
Dewan Ambalan dipilih berasal dari pemimpin-pemimpin dan wakil pemimpin Sangga, bersidang sedikitnya tiga bulan sekali untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan, merekrut bagian baru, membantu Sangga didalam mengintegrasikan bagian baru, dan mempersiapkan materi yang akan dibahas didalam Majelis Penegak.

c) Untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggungjawab para Pramuka Penegak dibentuk Dewan Kehormatan Penegak yang terdiri atas Anggota Dewan Penegak dan Pembina. Dewan Kehormatan Penegak bersidang untuk mengkaji :
• Peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Penegak
• Pelantikan, penghargaan atas prestasi/jasanya dan pelanggaran terhadap kode kehormatan.
Pembina dan Pembantunya melakukan tindakan sebagai pengarah dan penasehat.

d) Majelis Penegak mengadakan pertemuan sedikitnya 6 bulan sekali atau tiap-tiap kali diperlukan, bersama tugas:
• menyusun aturan-aturan yang mengikat bagi
seluruh anggota
• menetapkan sasaran tahunan untuk diajukan kepada Pembina Pasukan dan diteruskan kepada Pembina Gudep yang setelah itu dinyatakan didalam rencana gudep
• membahas dan mengimbuhkan persetujuan kesibukan bersama kalender kesibukan yang diajukan Dewan Penegak
Pembina dan Pembantu Pembina mempunyai hak bicara tetapi tidak mempunyai hak suara.

Satuan Racana Pandega

1) Peserta Didik
a) Racana Pandega terdiri atas paling banyak 30 orang Pramuka Pandega.
b) Racana Pandega tidak dibagi didalam satuan-satuan kecil.
c) Dalam laksanakan suatu tugas atau pekerjaan, racana Pandega sanggup membentuk sangga kerja atau group kerja yang anggotanya terdiri atas bagian racana.
d) Racana Pandega gunakan nama yang dipilih sendiri cocok aspirasinya dan memiliki kandungan kiasan dasar yang menjadi motivasi kehidupan racana.

2) Pembina Racana Pandega
a) Racana Pandega dibina oleh seorang Pembina Pandega dibantu oleh Pembantu Pembina Pandega.
b) Satuan Puteri dibina oleh Pembina Puteri dan satuan putera dibina oleh Pembina Putera.
c) Pembina Racana wajib:
(1) Mempersiapkan dan memberi kesempatan kepada Pandega untuk membantu Pembina di Satuan Siaga dan Penggalang;
(2) Menganjurkan Pandega menjadi bagian salah satu Satuan Karya cocok minatnya, atau Sangga Kerja tanpa membebaskan diri berasal dari satuannya;
(3) Mengusahakan kesibukan bakti masyarakat;
(4) Mendorong dan membimbing supaya Pandega mengupayakan meningjatkan diri
(5) Mengikutsertakan Pandega didalam Dewan Satuan di Gudep dan Dewan Kerja di tingkat Kwartirnya..

3) Pembinaan Kepemimpinan
a) Untuk mengembangkan kepemimpinan di Racana dibentuk Dewan Racana Pandega disingkat Dewan Pandega yang dipimpin oleh seorang Ketua, bersama susunan sebagai selanjutnya :
• Seorang Ketua
• Seorang Wakil Ketua
• Seorang Sekretaris
• Seorang Bendahara
• Seorang Anggota.Dewan selanjutnya dipilih berasal dari para bagian racana.

b) Untuk membina kepemimpinan dan tanggungjawab para Pramuka Pandega dibentuk Dewan Kehormatan Pandega yang terdiri atas para bagian racana yang sudah dilantik.
Dewan Kehormatan Pandega bersidang untuk mengkaji
• Peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Pandega.
• Pelantikan, penghargaan atas prestasi/jasanya dan pelanggaran terhadap kode kehormatan.
Dalam Dewan Kehormatan Pandega, Pembina melakukan tindakan sebagai konsultan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *