Wednesday, 13 Nov 2019

Pramuka Dan Media Sosial Berantas Hoax

Maraknya perkembangan media sosial sangat dirasakan bagi masyarakat umum, semakin berkembangnya media sosial dan teknologi patutnya kita mampu menangkis hal hal yang berbau negatif, semacam berita hoax, penipuan dan lain sebagainya.

Lalu apa itu hoax, hoax adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menyebar luaskan berita atau informasi palsuyang dapat mengakibatkan sekelompok orang atau individu terpancing dalam amarah bahkan dapat menimbulkan konflik.

Hoax sering muncul dalam media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsaap dan aplikasi lainnya. Salah satu ciri berita hoax adalah tidak adanya sumber yang jelas. Lalu bagaimana jika berita hoax tersebut tersumber dari situs, langkah yang kita lakukan adalah jangan mudah percaya sebelum tau asal usulnya, bentengi diri sendiri itu yang terpenting.

Sebagai anggota Pramuka juga sangat berperan penting dalam memberantas berita berita hoax, seperti yang di tulis dalam atrikel di situs Pramuka , yaitu 10 peran Pramuka di media sosial. Berikut ini 10 tugas Pramuka di media sosial, sebagaimana dirilis Bidang Kominfo Kwartir Nasional Gerakan Pramuka:

  1. Mempelajari dan menerapkan apa yang boleh dan dilarang di media sosial, untuk kemudian menyadari bahwa konten yang diunggah akan dilihat, dipahami dan dimengerti oleh orang banyak, sehingga harus bertanggung jawab terhadap isi dan dampaknya.
  2. Memproduksi konten sesuai minat, bakat dan nilai-nilai kebajikan. Konten yang dimaksud bisa berupa tulisan, foto, video, poster, infografis, meme, GIF, dll.
  3. Membantu dan bergotong-royong mempromosikan prestasi anak negeri, kearifan bangsa, produk unggulan daerah, kuliner, pariwisata, budaya dan potensi daerah lainnya di media sosial dengan sukarela dan penuh komitmen.
  4. Membela dan mengalamkan Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta merawat harmoni dan solidaritas antarwarga media sosial.
  5. Menghayati dan mengamalkan Satya dan Dharma Pramuka di media sosial.
  6. Memberitakan kegiatan Pramuka, kegiatan organisasi lain, dan kegiatan positif lainnya di media sosial.
  7. Menghidupkan tagar #SetiapPramukaAdalahKantorBerita, #RainasPramuka2017, serta terlibat dalam U-Report dan aktif dalam berbagai kegiatan positif lainnya di media sosial.
  8. Menolak dan tidak memproduksi, membagikan, mengomentari, menyukai, berlangganan konten-konten fitnah, hoax, yang berpotensi merusak persatuan Indonsia.
  9. Menjaga nama baik pribadi, keluarga, sekolah, organisasi, latar bel;kang lainnya, dan orang lain.
  10. Melawan propaganda negatif dan aksi-aksi separatisme, radikalisme, liberalisme dan komunisme, serta menjaga perdamaian dunia lewat media sosial. (MSA/AGUS)

Sebagai penutup artikel,jangan sampai kita terjerumus ataumenyebarkan berita hoax, karena hukuman untukpenyebar berita hoax juag tidak main main yaitu kurungan penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *